After-Form adalah studio desain komputasi yang menciptakan furnitur parametrik khusus, bangku skulptural, panel dinding, pencahayaan, meja resepsionis, objek cetak 3D, dan elemen spasial untuk interior komersial, ruang publik, hotel, kantor, sekolah, galeri, bandara, lingkungan ritel, dan proyek pribadi. Studio ini bekerja di persimpangan desain parametrik, pembuatan digital, arsitektur, desain furnitur, dan seni kontemporer, mengubah studi bentuk algoritmik menjadi objek fisik dengan kehadiran skulptural yang kuat.
Konsep After-Form didasarkan pada gagasan bahwa bentuk dapat ada di antara sistem alam, persepsi manusia, dan generasi digital. Itu bukan sekadar gambar, permukaan dekoratif, atau bentuk yang sudah selesai yang disalin dari alam. Ini adalah keadaan transisi: bentuk yang diciptakan melalui aturan, gerakan, ritme, transformasi, dan organisasi diri. Pendekatan ini memungkinkan studio untuk menciptakan objek yang terasa organik dan hidup, sementara masih akurat, dapat dibangun, dan disesuaikan dengan ruang arsitektur nyata.
After-Form bekerja dengan alat komputasi, pemodelan prosedural, pembuatan CNC, pencetakan 3D, pengujian bahan, sistem perakitan, dan finishing tangan. Setiap proyek dimulai dengan logika bentuk digital: kurva, bagian, permukaan, kepadatan, ergonomis, cahaya, struktur, dan cara orang bergerak di sekitar objek. Sistem digital ini kemudian diterjemahkan menjadi bahan melalui bilah-bilah kayu lapis, batang logam, struktur cetak, permukaan cor, elemen pencahayaan, atau detail produksi khusus. Hasilnya adalah furnitur dan desain ruang yang dapat berfungsi sebagai tempat duduk, arsitektur dinding, patung cahaya, furnitur resepsi, seni publik, atau desain koleksi.
Studio ini dikenal melalui koleksi furnitur parametriknya, termasuk Murena Bench, Mollusk Bench, Mebius Bench, L Bench, S Bench, Falcon Bench, Scate Chair, serta berbagai objek pahatan dari kayu lapis. Karya-karya tersebut memadukan fungsi dengan identitas visual yang kuat: berupa bangku, kursi, meja, dan objek interior, sekaligus elemen pahatan yang membentuk suasana ruang. Banyak karya dibuat dari potongan kayu lapis hasil pemotongan CNC yang dirakit menjadi volume mengalir, membentuk bahasa desain khas melalui ritme, bayangan, gerak, dan permukaan bertekstur.
Proyek After-Form telah dipasang di berbagai konteks internasional. Studio ini telah menciptakan 65 bangku Murena untuk Bandara Internasional Muscat di Oman, furnitur parametrik untuk Mapletree Business City di Singapura, bangku untuk New Arbat Street di Moskow, perabotan untuk Olympic Park di Sochi, 30 bangku untuk Sahara Mall di Riyadh, meja resepsionis Dubai Design District, bangku Murena untuk Bandara Jewel Changi di Singapura, dan bangku Mollusk untuk lounge tamu di The Lindis di Selandia Baru. Proyek kunci lainnya termasuk Explorium di Dublin, Parametric Bench Bahrain di Teluk Bahrain, Black Mumba di Australia, Qessence di Moskow, dan IBM: THINK. Art with Watson.
Studio ini juga berpartisipasi dalam berbagai agenda desain dan seni penting. Karya After-Form ditampilkan di Salone Satellite selama Salone del Mobile Milano 2019, Paris Design Week 2019 dalam 1000 Vases, Florence Biennale 2019 melalui patung cahaya dan panel Jupiter, serta dalam konteks The One Show, Ogilvy, dan IBM yang berkaitan dengan Art with Watson. Pameran dan kolaborasi tersebut menempatkan studio di persilangan desain koleksi, seni komputasional, interior komersial, dan fabrikasi eksperimental.
After-Form telah ditampilkan dalam berbagai publikasi internasional tentang desain, arsitektur, seni, dan teknologi. Studio ini dan karya Oleg Soroko telah dimuat antara lain di DesignWanted, Parametric Architecture, Fubiz, IGNANT, Scale Magazine, L’Officiel Australia, We and the Color, Contemporist, Toxel, Visualflood, Design You Trust, Fahrenheit Magazine, Medium, ReJigIt, Formakers, Art & Design Inspiration, Muuuz, Blog Esprit Design, The One Show, Ogilvy, dan TEDx. Karya-karyanya juga dibahas dalam konteks riset dan akademik, termasuk publikasi tentang desain furnitur parametrik, fabrikasi digital, metode material–fabrikasi–desain, serta pendekatan komputasional dalam arsitektur dan desain interior.
Saat ini After-Form mengembangkan komisi kustom dan koleksi objek yang ada. Arsitek, desainer interior, pengembang real estat, klien perhotelan, sekolah, kantor, bandara, galeri, kolektor, dan klien swasta dapat bekerja dengan studio untuk mengadaptasi objek yang sudah ada atau membuat karya baru untuk situs tertentu. Dimensi, bahan, akhir, logika instalasi, transportasi, perakitan, kondisi pencahayaan, dan peran visual dari objek dikembangkan di sekitar setiap proyek. Pada intinya, After-Form menciptakan objek yang membuat ruang menjadi mudah diingat. Sebuah bangku menjadi landmark. meja resepsionis menjadi gestur arsitektural. Panel dinding menjadi permukaan relief. Cahaya menjadi patung. Algoritma digital menjadi objek fisik yang dapat diduduki, disentuh, dilalui, difoto, dan diingat. Tujuan studio adalah untuk membawa desain komputasi ke interior nyata dan lingkungan publik melalui furnitur, pencahayaan, panel, dan objek skulptural yang menggabungkan fungsi, teknologi, kerajinan, dan identitas artistik.